Minggu, 30 Oktober 2022

Resume kegiatan saya di level 4

 

Sebenarnya semua kegiatan hampir sudah saya tuliskan didalam blog saya. Di awal saya mengikuti pembatik 1 sampai dengan saya lolos ikut di level 4 dan disebut dengan SRB provinsi DIY.Setelah mengikuti coaching selama dua hari, saya menemukan ide untuk menggunakan game based learning dalam praktik baik saya. Metode pembelajaran bermain mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. 

        Berikut alur dari model pembelajaran game based learning.



Saya mengambil topik konversi satuan waktu yang ada di tema 3 kelas 3. Dan ternyata di fitur rumah belajar terdapat edugame yang mendukung topik yang akan saya ambil yaitu game' menghitung waktu. 

Setelah menjelaskan konsep tentang materi waktu jam, saya mengajak anak anak bermain . Cara mainnya adalah saya mengajak 12 dari 21 siswa di kelas saya untuk menjadi angka 1 - 12 sama seperti pada jam dinding. Kemudian 2 anak menjadi jarum panjang dan jarum pendek , sisanya 7 anak bergantian menjadi jarum panjang dan pendek. Sangat seru ternyata bermain seperti ini, anak - anak juga semakin paham dan saya rasa menjadi bermakna pembelajarannya.

  


Setelah bermain game jam, saya mengenalkan mereka dengan edugame portal belajar. Saya membagi kelas menjadi 3 kelompok dengan setiap kelompok ada 7 siswa. Setiap kelompok ada satu laptop pendukung.




Dari game ini, anak anak menjadi semakin paham akan materi waktu jam ke menit dan detik begitupun sebaliknya. Sebagai evaluasi , saya mengajak mereka berlomba mengerjakan kuis yang ada di edugame dan pastinya ada satu kelompok yang menang. Mereka terlihat lebih semangat dan aktif walaupun sesekali agak gaduh. Pengkondisian kelas juga tetap diperlukan saat seperti ini.

Setelah berpraktik dengan anak anak, saya memohon ijin kepada ibu kepala sekolah SDN Delegan 3, ibu Indah Susilawati,S.Pd.M.Pd untuk melakukan diseminasi berbagi pada sabtu, 22 Oktober 2022, seperti yang sudah saya tuliskan di blog saya, https://hermisusanti.blogspot.com/2022/10/berbagi-praktik-baik-di-rumah-kedua-saya.html.ALhamdulillah saya mempunyai banyak orang yang mendukung kegiatan saya ini sehingga dapat terlaksana lancar.

Saya juga melakukan berbagi dan berkolaborasi dengan teman teman SRB DIY 2022, yang juga sudah saya tuliskan di blog saya ,https://hermisusanti.blogspot.com/2022/10/pengalaman-pertama-menjadi-pemateri.html.
        
Setelah 3 praktik baik berbagi dan berkolaborasi yang saya lakukan sesuai dengan tema besar Pembatik 2022' Berkolaborasi dan bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar', saya akhirnya membuat vlog utama yang merupakan salah satu tugas akhir pembatik level 4 tahun 2022. Dengan aplikasi filmora yang saya download, saya mengeditnya walaupun mohon maaf masih ada watermark - nya karena gratisan hehe. Silahkan para sahabat rumah belajar dapat menontonnya dilink berikut https://youtu.be/WGA4HrTIDY8.


Nah itulah tadi perjalanan singkat saya dari saya yang masih diibaratkan belum punya 'sangu' ilmu tentang menjadi seorang sahabat rumah belajar hingga akhirnya saya bisa membuat vlog utama tugas akhir ini. Begitu puas dan berterima kasih kepada diri saya yang akhirnya berusaha sampai dengan titik akhir.. hehe karena saya sempat putus asa untuk mundur melihat SRB yang lain ternyata mantan SRB tahun lalu yang sudah sangat berpengalaman. Intinya semua pengalaman adalah pembelajaran untuk saya. Dan pengalaman ini saya dapatkan dimana saja kapan saja dan dengan siapa saja seperti jargon dari rumah belajar 'BELAJAR DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN DENGAN SIAPA SAJA'. 

        SALAM HANGAT DARI SAYA HERMI SUSANTI SALAH SATU SRB PROVINSI DIY TAHUN 2022🙏🙏MATURNUWUN





Pengalaman pertama menjadi pemateri webinar ..yeaaay

               Benar benar begitu banyak pengalaman ternyata setelah mengikuti pembaTIK . Selain saya harus belajar mengedit video - video lagi , saya juga harus belajar tidak gagap berbicara di depan banyak. Saya kira zoom meeting, g meet saya akan berakhir saat saya selesai PPG di tahun 2020, ternyata sekarang saya malah menjadi salah satu pemateri .. hehe ceritanya berbagi dan berkolaborasi.





    Bersama dengan 6 pendidik Sd lainnya, kami berbagi dan berkolaborasi melalui zoom meeting. Ibu Rofiana dari SDN Pungkuran Bantul dengan materi Model PjBL dalam pembelajaran berdiferensiasi dengan memanfaatkan sumber belajar , radio edukasi dan canva.Ibu Mailatul Jannah dari SD Muh. Bantul Kota dengan materi pemanfaatan Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan keterampilan literasi digital.Ibu Dini Annisa Nurbaety dari SDN Selo dengan materi pemanfaatan Monas Rumbel dalam pembelajaran Game Based Learning mewujudkan Merdeka Belajar. Ibbu Siti Alimah dari SDN Keputran A Kota Yogya dengan materi pemanfaatan Rumbel dalam pembelajaran matematika dengan model discovery inquiry learning. Ibu Iput Triwahyuni dari SDN Nogopuro, Depok Sleman dengan materi pemanfaatan fitru sumber belajar pada model pembelajaran game based learning. Bapak Oktaf Laedensius dari SD Marsudirini Yogya dengan materi pembelajran kolaboratif sains melalui fitur rumah belajar dan edugame. Dan saya sendiri, Hermi Susanti dari SDN Delegan 3 Prambanan dengan materi model pembelajaran inovatif game based learning dengan memanfaatkan fitur rumah belajar edugame pada materi konversi satuan waktu di kelas 3. 
    Sekitar 1,5 jam kami berbagi dan berkolaborasi via maya dengan beberapa teman lain yang menjadi peserta. Sungguh pengalaman yang mengesankan. Selain bertambah ilmu juga bertambah teman. Oiya disini saya mempunyai teman lama, bu Dini Nurbaety dari SDN Selo, beliau adalah teman satu kelas saya saat latsar CPNS, dan juga ibu Iput Triwahyuni dari SDN Nogopuro teman saya mengajar di kecamatan Berbah.
    Dari sesi berbagi dan berkolaborasi ini, saya mendapatkan pengalaman bahwa setiap hal harus dipersiapkan secara matang. Contohnya saya, saat presentasi saya beberapa kali terpental karena sinyal. Semoga di lain kesempatan saya harus belajar mempersiapkan hal teknis seperti ini. Dan semoga tulisan saya kali ini tidak membosan kan untuk dibaca dan bermanfaat bagi para sahabat semua.

Berbagi praktik baik di rumah kedua saya.

 

Assalamualaikum wr wb.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya melakukan berbagi di tempat saya mengabdi yaitu di SD Negeri Delegan 3 Prambanan. Hal yang pertama yang saya lakukan adalah meminta ijin kepada Kepala Sekolah yaitu Ibu Indah Susilawati,S.Pd.M.Pd. Dan alhamdulillah beliau mengijinkan diseminasi saya dan sangat mendukung kegiatan yang akan saya lakukan. 

Kegiatan berbagi itu saya laksanakan pada sabtu, 22 Oktober 2022. Setelah rapat koordinasi persiapan ANBK , kepala sekolah dan teman teman memberikan saya waktu membagikan praktik baik tentang diklat pembaTIK yang sudah saya ikuti dan tidak lupa saya juga mengenalkan mereka tentang portal rumah belajar.


Media sosial adalah platform berbasis internet untuk berbagi konten yang diciptakan antara pengguna satu dan pengguna lainnya.Dua karakteristik umum media sosial, yaitu partisipasi dan interaksi digunakan terutama untuk rekreasi atau koneksi pribadi, lainnya untuk alasan pekerjaan atau profesional, tetapi sebagian besar memungkinkan fleksibilitas di antara tujuan tersebut.  Karakteristik media sosial menurut para ahli, yaitu jaringan, informasi, arsip, interaksi, simulasi, konten oleh pengguna dan penyebaran. Umumnya media sosial memiliki fungsi mengizinkan penggunanya untuk memiliki identitas, menjaga hubungan, melakukan pekerjaan, mencari informasi, berbagi informasi dan mencari hiburan. Jenis media sosial populer yang terbuka adalah youtube, facebook, instagram, twitter, TikTok, linkedin, dan snapchat.Jenis media sosial privat basis pesan singkat adalah whatsapp, line, wechat, kakaotalk, telegram, dan facebook messenger. Itulah secara singkat sesi presentasi saya tentang media sosial. Setelah itu saya mengajak mereka masuk ke website portal rumah belajar. 



Dan alhamdulillah mereka mengapresiasi sesi berbagi portal belajar yang saya sosialisasikan. Karena memang kebermanfaatan rumah belajar bagi kami sangat nyata baik bagi guru dan murid bahkan bisa untuk orangtua di rumah.

Berikut saya sertakan dokumen daftar hadir saat saya berbagi.


Akhirnya sekitar pukul 12.00 , sesi berbagi saya dengan teman sejawat berakhir. Yang ibu kepala harapkan , semoga teman teman saya juga bersemangat dalam menimba ilmu, dan beliau juga mengharapkan saya tidak berhenti di sini saja dalam mengembangkan diri tapi selalu berkelanjutan dan konsisten. Terima kasih ibu kepala dan tema teman SD Delegan 3. Delegan 3 Jaya.


Sabtu, 22 Oktober 2022

Belajar dan bermain asyiknya 'Time " dengan Rumah Belajar.

    Assalamualaikum wr  wb. Selamat siang dan tetap semangat pagi sahabat rumah belajar!Di tulisan saya kali ini , saya akan menceritakan kegiatan praktik baik saya pada tanggal 20 Oktober 2022 di kelas saya mengajar. Saya menggunakan model pembelajaran inovatif yaitu game base learning dengan mengkolaborasikan platform rumah belajar dengan menggunakan Edugame . Materi yang saya berikan adalah tentang konversi satuan waktu.

    Generasi Z merupakan generasi yang sudah tidak asing dengan gadget dan game. Anak-anak umumnya menyukai game, sehingga pengggunaan game based learning cocok diterapkan pada kondisi generasi digital seperti sekarang ini. Game based learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan aplikasi permainan/game yang telah dirancang khusus untuk membantu dalam proses pembelajaran.

    Dengan menggunakan game-based learning kita dapat memberikan stimulus pada tiga bagian penting dalam pembelajaran yaitu emosional, intelektual dan psikomotor.
Kita tidak perlu takut jika kita tidak memiliki latar belakang sebagai pengembang game atau kurang melek teknologi jika ingin menerapkan game based learning. Kita juga tidak perlu khawatir siswa tidak dapat mempergunakan game yang akan kita pergunakan, karena umumnya sudah terdapat petunjuk dalam setiap permainan baik itu yang terdapat di smartphone ataupun yang berbasis web aplikasi.




        Dan terbukti dengan salah satu game dari edugame platform rumah belajar, anak anak sangat tertarik. Banyak keuntungan yang saya dapatkan , mereka lebih memahami konversi satuan waktu dengan lebih cepat daripada tanpa bantuan game. Saya juga menganjurkan anak anak melalui grup WAG bersama orangtua mereka mengunakan edugame ini untuk belajar karena selain materi waktu masih banyak lagi game - game menarik lainnya yang dapat mereka mainkan dan dapat menambah pengetahuan mereka melalui game yang ada di Rumah Belajar.Sesuai dengan slogan rumah belajar, BELAJAR DIMANA SAJA, KAPAN SAJA DAN DENGAN SIAPA SAJA.

    


Senin, 17 Oktober 2022

Meningkatkan Minat Baca Anak " Generasi Z"

 

Menurut F. M. Hodgson dalam buku berjudul Learning Modern Languages (1960), membaca adalah suatu proses untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media berupa kata-kata atau bahasa tulis.Melihat kondisi anak anak semenjak dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas, saya sebagai pengajar sangat prihatin.Kenapa?karena dari hasil observasi di kelas minat anak – anak terhadap membaca hampir pada titik 0.Dunia handphone sudah menguasai mereka akibat pembelajaran daring kurang lebih selama 2 tahunan ini. Bagi peserta didik membaca identik dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal untuk anak SD mulai tahun pelajaran 2021/2022 sudah dikenalkan ANBK(Assesmen Nasional Berbasis Komputer) yang didalamnya terdapat muatan literasi membaca dan literasi matematika ( numerasi) yang memang membutuhkan kemampuan membaca dengan penalaran tingkat tinggi baik pada soal literasi dan numerasi.

Saat ini , minat baca anak harus mulai lagi digalakkan lebih dari pada masa sebelum pandemi. Mungkin biasa dikatakan harus dipaksa agar mereka mau membaca. Karena meningkatkan minat baca anak harus dilakukan kontinyu.Masih ingat kisah nabi Muhammad SAW pada saat pertama kali menerima wahyu,beliau dipaksa oleh malaikat diceritakan malaikat mendekap Muhammad hingga kepayahan. Perintah bacalah itu disampaikan sebanyak tiga kali.Dari sini kita dapat memaknai bahwa Tuhan /Allah Swt saja memerintahkan manusia untuk membaca. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa membaca adalah jendela utama manusia untuk menambah ilmu.

Saat ini kita kita masuk era digitalisasi, minat baca terhadap buku harus ditingkatkan lagi. Kita sebagai pendidik harus beradaptasi dengan teknologi untuk meningkatkan minat baca anak - anak salah satunya sekarang sudah banyak adanya platform digital seperti Whatsapp,youtube, rumah belajar, dan masih banyak lainnya . Sejalan dengan literasi digital, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini akan melaksanakan Asesmen Nasional. Nah,seperti yang saya tuliskan di paragraf awal tadi mengenai pelaksanaan ANBK/Assesmen Nasioanal. Dengan kemampuan literasi yang tinggi, anak - anak akan bisa mencari informasi, memilih informasi, mengolah informasi, bahkan menyebarluaskan informasi secara benar terutama dalam bacaan soal. Jika minat membaca saja kurang akan seperti apa hasilnya nanti?Anak – anak bahkan orang dewasa pun seringkali membaca hanya sekilas . Membaca sekilas beda ya dengan membaca cepat. Membaca cepat merupakan sistem membaca yang menggunakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Untuk bisa membaca cepat kita harus memperhatikan apa yang kita baca, apakah bacaannya ringan atau berat. Kenapa? Karena sangat tidak mungkin jika bacaan yang kita baca sangat berat dalam hal kata, pesan dan makna akan dapat  tersampaikan penulis dalam bacaan kepada si pembaca.

 

Ada beberapa cara yang harus kita lakukan dalam menumbuhkan minat baca pada anak –anak dan tentunya kepada kita para pendidik juga. Pertama, sering -seringlah memberikan bahan bacaan, lama kelamaan mereka akan menyukai membaca sebagai kebiasaan. Ketika kita sudah selesai membaca cerita. Coba untuk menanyakan padanya bagian terfavoritnya. Secara tidak langsung, hal ini akan membantu anak memilih kata dan mengembangkan ketertarikan pada cerita selanjutnya. Kedua, cobalah ajak mereka ke perpustakaan setidaknya seminggu sekali untuk mengenalkan mereka buku – buku apa saja yang ada di sana.Karena salah satu ruang yang mampu kita jadikan tempat anak mengenal lebih dalam tentang buku Selain itu supaya lebih terlibat, maka kita bisa membuatkan kartu keanggotaan perpusatakaan. Selain perpustakaan, sebenarnya sekolah juga bisa mengembangkan pojok baca di setiap kelas.

Jangan lupa juga dengan membaca banyak manfaat yang kita dapatkan, di antaranya membantu pengembangan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan memori dan pemahaman. Dengan sering membaca, seseorang mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan, mempelajari berbagai disiplin ilmu, dan menerapkan dalam hidup.Gemar membaca juga dapat mengurangi stres, mendorong pikiran positif. Membaca juga memberikan jenis latihan yang berbeda bagi otak dibandingkan dengan menonton TV atau mendengarkan radio. Kebiasaan membaca melatih otak untuk berpikir dan berkonsentrasi. Maka dari itu mari kita semangatkan lagi anak – anak untuk membaca dari sejak dini dengan segala tantangan yang ada di era digital ini.Salam literasi.

 

 

Resume kegiatan saya di level 4

  Sebenarnya semua kegiatan hampir sudah saya tuliskan didalam blog saya. Di awal saya mengikuti pembatik 1 sampai dengan saya lolos ikut di...