Menurut F. M. Hodgson
dalam buku berjudul Learning Modern Languages (1960), membaca
adalah suatu proses untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui
media berupa kata-kata atau bahasa tulis.Melihat kondisi anak anak semenjak
dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas, saya sebagai pengajar sangat
prihatin.Kenapa?karena dari hasil observasi di kelas minat anak – anak terhadap
membaca hampir pada titik 0.Dunia handphone sudah menguasai mereka akibat
pembelajaran daring kurang lebih selama 2 tahunan ini. Bagi peserta didik
membaca identik dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal untuk anak SD
mulai tahun pelajaran 2021/2022 sudah dikenalkan ANBK(Assesmen Nasional Berbasis
Komputer) yang didalamnya terdapat muatan literasi membaca dan literasi
matematika ( numerasi) yang memang membutuhkan kemampuan membaca dengan
penalaran tingkat tinggi baik pada soal literasi dan numerasi.
Saat ini , minat baca anak harus mulai lagi digalakkan lebih dari pada masa sebelum
pandemi. Mungkin biasa dikatakan harus dipaksa agar mereka mau membaca. Karena
meningkatkan minat baca anak harus dilakukan kontinyu.Masih ingat kisah nabi
Muhammad SAW pada saat pertama kali menerima wahyu,beliau dipaksa oleh malaikat
diceritakan malaikat mendekap Muhammad hingga kepayahan. Perintah bacalah itu
disampaikan sebanyak tiga kali.Dari sini kita dapat memaknai bahwa Tuhan /Allah
Swt saja memerintahkan manusia untuk membaca. Maka dari itu dapat disimpulkan
bahwa membaca adalah jendela utama manusia untuk menambah ilmu.
Saat ini kita kita
masuk era digitalisasi, minat baca terhadap buku harus ditingkatkan lagi. Kita sebagai
pendidik harus beradaptasi dengan teknologi untuk meningkatkan minat baca anak
- anak salah satunya sekarang sudah banyak adanya platform digital seperti
Whatsapp,youtube, rumah belajar, dan masih banyak lainnya . Sejalan dengan literasi digital,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini akan melaksanakan Asesmen
Nasional. Nah,seperti yang saya tuliskan di paragraf awal tadi mengenai
pelaksanaan ANBK/Assesmen Nasioanal. Dengan kemampuan literasi yang tinggi, anak
- anak akan bisa mencari informasi, memilih informasi, mengolah informasi,
bahkan menyebarluaskan informasi secara benar terutama dalam bacaan soal. Jika
minat membaca saja kurang akan seperti apa hasilnya nanti?Anak – anak bahkan
orang dewasa pun seringkali membaca hanya sekilas . Membaca sekilas beda ya dengan membaca cepat. Membaca cepat
merupakan sistem membaca yang menggunakan kecepatan dengan tidak mengabaikan
pemahamannya. Untuk bisa membaca cepat kita harus memperhatikan apa yang kita baca,
apakah bacaannya ringan atau berat. Kenapa? Karena sangat tidak mungkin jika
bacaan yang kita baca sangat berat dalam hal kata, pesan dan makna akan
dapat tersampaikan penulis dalam bacaan
kepada si pembaca.
Ada beberapa cara yang
harus kita lakukan dalam menumbuhkan minat baca pada anak –anak dan tentunya
kepada kita para pendidik juga. Pertama, sering -seringlah memberikan bahan
bacaan, lama kelamaan mereka akan menyukai membaca sebagai kebiasaan. Ketika
kita sudah selesai membaca cerita. Coba untuk menanyakan padanya bagian
terfavoritnya. Secara tidak langsung, hal ini akan membantu anak memilih kata
dan mengembangkan ketertarikan pada cerita selanjutnya. Kedua, cobalah ajak
mereka ke perpustakaan setidaknya seminggu sekali untuk mengenalkan mereka buku
– buku apa saja yang ada di sana.Karena salah satu ruang yang mampu kita
jadikan tempat anak mengenal lebih dalam tentang buku Selain itu supaya lebih
terlibat, maka kita bisa membuatkan kartu keanggotaan perpusatakaan. Selain
perpustakaan, sebenarnya sekolah juga bisa mengembangkan pojok baca di setiap
kelas.
Jangan lupa juga
dengan membaca banyak manfaat yang kita dapatkan, di antaranya membantu
pengembangan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, meningkatkan
pengetahuan, meningkatkan memori dan pemahaman. Dengan sering membaca,
seseorang mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan, mempelajari
berbagai disiplin ilmu, dan menerapkan dalam hidup.Gemar membaca juga dapat mengurangi
stres, mendorong pikiran positif. Membaca juga memberikan jenis latihan yang
berbeda bagi otak dibandingkan dengan menonton TV atau mendengarkan radio.
Kebiasaan membaca melatih otak untuk berpikir dan berkonsentrasi. Maka dari itu
mari kita semangatkan lagi anak – anak untuk membaca dari sejak dini dengan
segala tantangan yang ada di era digital ini.Salam literasi.
