Senin, 17 Oktober 2022

Meningkatkan Minat Baca Anak " Generasi Z"

 

Menurut F. M. Hodgson dalam buku berjudul Learning Modern Languages (1960), membaca adalah suatu proses untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media berupa kata-kata atau bahasa tulis.Melihat kondisi anak anak semenjak dilaksanakannya pembelajaran tatap muka terbatas, saya sebagai pengajar sangat prihatin.Kenapa?karena dari hasil observasi di kelas minat anak – anak terhadap membaca hampir pada titik 0.Dunia handphone sudah menguasai mereka akibat pembelajaran daring kurang lebih selama 2 tahunan ini. Bagi peserta didik membaca identik dengan muatan pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal untuk anak SD mulai tahun pelajaran 2021/2022 sudah dikenalkan ANBK(Assesmen Nasional Berbasis Komputer) yang didalamnya terdapat muatan literasi membaca dan literasi matematika ( numerasi) yang memang membutuhkan kemampuan membaca dengan penalaran tingkat tinggi baik pada soal literasi dan numerasi.

Saat ini , minat baca anak harus mulai lagi digalakkan lebih dari pada masa sebelum pandemi. Mungkin biasa dikatakan harus dipaksa agar mereka mau membaca. Karena meningkatkan minat baca anak harus dilakukan kontinyu.Masih ingat kisah nabi Muhammad SAW pada saat pertama kali menerima wahyu,beliau dipaksa oleh malaikat diceritakan malaikat mendekap Muhammad hingga kepayahan. Perintah bacalah itu disampaikan sebanyak tiga kali.Dari sini kita dapat memaknai bahwa Tuhan /Allah Swt saja memerintahkan manusia untuk membaca. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa membaca adalah jendela utama manusia untuk menambah ilmu.

Saat ini kita kita masuk era digitalisasi, minat baca terhadap buku harus ditingkatkan lagi. Kita sebagai pendidik harus beradaptasi dengan teknologi untuk meningkatkan minat baca anak - anak salah satunya sekarang sudah banyak adanya platform digital seperti Whatsapp,youtube, rumah belajar, dan masih banyak lainnya . Sejalan dengan literasi digital, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini akan melaksanakan Asesmen Nasional. Nah,seperti yang saya tuliskan di paragraf awal tadi mengenai pelaksanaan ANBK/Assesmen Nasioanal. Dengan kemampuan literasi yang tinggi, anak - anak akan bisa mencari informasi, memilih informasi, mengolah informasi, bahkan menyebarluaskan informasi secara benar terutama dalam bacaan soal. Jika minat membaca saja kurang akan seperti apa hasilnya nanti?Anak – anak bahkan orang dewasa pun seringkali membaca hanya sekilas . Membaca sekilas beda ya dengan membaca cepat. Membaca cepat merupakan sistem membaca yang menggunakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Untuk bisa membaca cepat kita harus memperhatikan apa yang kita baca, apakah bacaannya ringan atau berat. Kenapa? Karena sangat tidak mungkin jika bacaan yang kita baca sangat berat dalam hal kata, pesan dan makna akan dapat  tersampaikan penulis dalam bacaan kepada si pembaca.

 

Ada beberapa cara yang harus kita lakukan dalam menumbuhkan minat baca pada anak –anak dan tentunya kepada kita para pendidik juga. Pertama, sering -seringlah memberikan bahan bacaan, lama kelamaan mereka akan menyukai membaca sebagai kebiasaan. Ketika kita sudah selesai membaca cerita. Coba untuk menanyakan padanya bagian terfavoritnya. Secara tidak langsung, hal ini akan membantu anak memilih kata dan mengembangkan ketertarikan pada cerita selanjutnya. Kedua, cobalah ajak mereka ke perpustakaan setidaknya seminggu sekali untuk mengenalkan mereka buku – buku apa saja yang ada di sana.Karena salah satu ruang yang mampu kita jadikan tempat anak mengenal lebih dalam tentang buku Selain itu supaya lebih terlibat, maka kita bisa membuatkan kartu keanggotaan perpusatakaan. Selain perpustakaan, sebenarnya sekolah juga bisa mengembangkan pojok baca di setiap kelas.

Jangan lupa juga dengan membaca banyak manfaat yang kita dapatkan, di antaranya membantu pengembangan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan memori dan pemahaman. Dengan sering membaca, seseorang mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan, mempelajari berbagai disiplin ilmu, dan menerapkan dalam hidup.Gemar membaca juga dapat mengurangi stres, mendorong pikiran positif. Membaca juga memberikan jenis latihan yang berbeda bagi otak dibandingkan dengan menonton TV atau mendengarkan radio. Kebiasaan membaca melatih otak untuk berpikir dan berkonsentrasi. Maka dari itu mari kita semangatkan lagi anak – anak untuk membaca dari sejak dini dengan segala tantangan yang ada di era digital ini.Salam literasi.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resume kegiatan saya di level 4

  Sebenarnya semua kegiatan hampir sudah saya tuliskan didalam blog saya. Di awal saya mengikuti pembatik 1 sampai dengan saya lolos ikut di...